Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Surat Terbuka Kelompok Nelayan Marlin untuk Gubernur Kaltim, Ungkap Praktik Destructive Fishing di Berau

Suasana Rapat Paripurna ke-31 Masa Sidang III Tahun 2023 (Foto: Apr/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Bom ikan dan racun potasium menjadi momok menakutkan bagi nelayan tradisional di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan itu membuat hasil tangkapan mereka menurun drastis.

Salah satu kelompok nelayan tradisional yang merasakan dampaknya adalah Kelompok Nelayan Marlin. Mereka bermukim di Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau. Sehari-hari, mereka menangkap ikan dengan cara ramah lingkungan, seperti menggunakan pancing dan rawai.

Namun, belakangan ini, mereka kesulitan mencari ikan. Pasalnya, laut yang menjadi sumber penghidupan mereka sudah rusak akibat bom ikan dan racun potasium. Bahan-bahan berbahaya itu digunakan oleh nelayan kompresor yang tidak peduli dengan kelestarian alam.

Baca Juga:  Ananda Emira Moeis Edukasi Warga Tentang Perda Wajib Pajak

“Kami hampir mencoba segala macam cara, namun makin terpuruk. Maraknya pengeboman ikan dan penggunaan racun potasium oleh nelayan kompresor benar-benar mengganggu kami,” kata Suriyadi, Ketua Kelompok Nelayan Marlin.

Advertisements

Suriyadi mengaku sudah menyaksikan kerusakan terumbu karang tiap hari. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, dia menduga ada oknum petugas yang melindungi praktik penangkapan ikan ilegal itu.

“Kami menduga ada oknum petugas yang ikut bermain untuk melindungi praktik destructive fishing,” ujarnya.

Baca Juga:  Salehuddin Minta Pemerintah Ajukan Kembali Formasi PPPK yang Berstatus Tanpa Penempatan

Tidak hanya itu, Suriyadi juga menyebut ada pengepul ikan yang menyediakan bahan bom dan racun potasium kepada nelayan kompresor. Hal ini tentu semakin memperparah kondisi laut di Kabupaten Berau.

“Kami (nelayan tradisional) akan kesulitan menghidupi keluarga dan membiayai sekolah anak-anak kami,” keluhnya.

Advertisements

Melihat kondisi ini, Suriyadi bersama rekan-rekannya mengadukan nasib mereka kepada Muhammad Udin, Anggota DPRD Provinsi Kaltim dari Partai Golkar. Mereka berharap pemerintah bisa segera menindak tegas pelaku bom ikan dan racun potasium.

Baca Juga:  Samsun Sosialisasi Perda Bantuan Hukum, Warga Curhat Soal Air dan Pupuk

“Mohon bantuan Pak Gubernur. Tolong turunkan agen-agen mandiri ke tempat kami, tanpa perlu berkoordinasi dengan aparat lokal yang menurut kami tidak terpercaya,” pinta Suriyadi melalui surat terbuka yang dibacakan Udin dalam Rapat Paripurna ke-31 Masa Sidang III Tahun 2023. (Apr/Fch/Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Anda tidak berhak menyalin konten Klausa.co

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co