Samarinda, Klausa.co – Rencana dibukanya penerbangan langsung Samarinda-Kuala Lumpur pada Februari 2026 memantik dorongan untuk penataan Samarinda. Komisi III DPRD Kaltim menilai rute internasional pertama dari Bandara APT Pranoto itu menjadi pintu masuk bagi mobilitas warga dan wisatawan asing yang berpotensi mengerek citra Benua Etam.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menyebut pemerintah daerah tak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Menurutnya, kehadiran konektivitas udara lintas negara menuntut kesiapan Samarinda sebagai wajah pertama yang dilihat para pendatang.
“Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah,” ujar Subandi, Sabtu (6/12/2025).
Ia menekankan, Kota Tepian harus tampil sebagai kota ramah pengunjung. Pembenahan bisa dimulai dari transportasi dalam kota yang mudah diakses, penataan objek wisata yang lebih tertib, hingga fasilitas publik yang benar-benar siap melayani arus kedatangan.
“Semakin banyak tamu dari luar yang datang, semakin penting layanan kota yang rapi dan nyaman,” katanya.
Subandi menilai, sejumlah proyek yang sedang dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat menjadi modal untuk memperkuat kesiapan tersebut. Ia menyebut pengembangan kawasan Teras Samarinda, perbaikan Pasar Pagi, revitalisasi Masjid Raya, serta penyempurnaan Citra Niaga sebagai ruang publik dan pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai contoh progres yang harus dipacu.
Dia berharap percepatan penataan kota mampu mengangkat daya saing Samarinda sebagai destinasi urban di tingkat regional. Selain itu, pembukaan rute internasional bisa dijadikan momentum memperkenalkan wajah baru kota ke khalayak internasional.
“Ini momentum untuk mengenalkan Samarinda ke kancah internasional,” tutupnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)














