Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

PKL dan Pengusaha Kapal Tolak Bongkar Lapak Terburu-buru, Tuntut Solusi Nyata dari Pemkot Samarinda

Rapat Dengar Pendapat permasalahan pembongkaran dermaga pasar pagi, di Ruang Rapat Utama Lt.II DPRD Kota Samarinda, pada Jumat (28/6/2024) (Foto: Yah/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Gelombang penolakan menggema di ruang rapat utama lantai dua DPRD Kota Samarinda, Jumat (28/6/2024). Para pedagang kaki lima (PKL) dan pengusaha kapal yang beroperasi di samping Dermaga Pasar Pagi kompak mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menunda sementara pembongkaran lapak mereka.

Mulyadi, perwakilan mereka, tegas menyampaikan bahwa penolakan ini bukan berarti mereka anti terhadap pembangunan. Justru, mereka mendukung upaya Pemkot Samarinda untuk memajukan kota. Namun, Mulyadi menekankan perlunya solusi yang layak dan komprehensif sebelum relokasi dilakukan.

“Kami tidak menentang pembangunan, tapi tolong berikan kami solusi yang jelas,” pinta Mulyadi.

Dia menyebut, pedagang dan pengusaha kapal ini bukan sekadar angka. Mereka punya keluarga yang harus dihidupi. Mulyadi menjabarkan dua permasalahan utama yang dihadapi para pedagang dan pengusaha kapal. Pertama, mereka membutuhkan tempat parkir kapal yang sesuai standar keamanan.

Baca Juga:  Andi Harun Komitmen Samarinda Bebas Kemiskinan Ekstrem pada 2024
Advertisements

“Kapal-kapal ini tidak bisa sembarangan parkir, harus ada dermaga yang tertata rapi,” jelasnya.

Kedua, tempat relokasi yang disediakan Pemkot Samarinda dinilai tidak layak dan membahayakan.

“Tempat yang ditawarkan seperti hutan, bagaimana bisa jualan buah di sana?Belum lagi aksesnya yang rawan kecelakaan, jembatannya rapuh dan sempit,” keluhnya.

Mulyadi juga mengkritik kurangnya sosialisasi dari Pemkot Samarinda terkait rencana pembangunan ini. Sejak awal, pihaknya tidak pernah diajak bicara. Secara tiba-tiba mereka disuruh pindah tanpa kejelasan

“Ini bukan sosialisasi, tapi pengusiran,” tegasnya.

Ia pun mempertanyakan keadilan dalam proses ini. Ratusan PKL dan pengusaha kapal di sana bergantung pada usaha mereka untuk hidup. Dia juga mempertanyakaan, apakah Pemkot tidak memikirkan nasib mereka?

Para PKL dan pengusaha kapal berharap Pemkot Samarinda dan instansi terkait dapat duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Mereka ingin kelanjutan usaha mereka terjamin, tanpa menghambat program pembangunan Pemkot Samarinda.

“Mari kita cari solusi yang win-win solution. Pedagang dan pengusaha kapal ini juga bagian dari masyarakat Samarinda. Kami ingin berkontribusi untuk kemajuan kota ini,” pintanya. (Yah/Fch/Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co