Klausa.co

Kelurahan Lempake Jadi Pilot Project Kelurahan Digital di Kaltim, Indosat Gandeng Pemkot Samarinda

Launching Kelurahan Digital, kolaborasi antara Indosat dan Pemkot Samarinda, di Kelurahan Lempake. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi meluncurkan program Kelurahan Digital, Kamis (2/10/2025).

Program ini disebut sebagai proyek percontohan pertama di Kalimantan Timur (Kaltim). Harapannya, digitalisasi di tingkat kelurahan bisa membuka ruang ekonomi baru sekaligus mempersempit kesenjangan akses internet antarwilayah.

“Bayangkan, yang tadinya tidak bisa menikmati internet, sekarang malah bisa live. Contoh sederhana, seorang pemancing bisa langsung memasarkan hasil tangkapannya,” ujar Kepala Diskominfo Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah, yang hadir mewakili Wali Kota Andi Harun.

Aji menilai, hadirnya layanan digital memberi peluang warga untuk memperluas pasar melalui media sosial. Sektor usaha kecil, terutama pedagang, dinilai akan sangat terbantu dengan akses ini. “Kalau di Diskominfo fokusnya ke layanan pemerintahan, kolaborasi dengan swasta seperti ini bisa saling melengkapi,” tambahnya.

Baca Juga:  Kuota Haji Kaltim Tambah 600 Mulai 2026, Masa Tunggu Diproyeksikan Turun

Meski begitu, ia mengakui masih ada titik-titik blank spot di kawasan terluar Samarinda. Kehadiran Indosat dianggap sebagai kabar baik untuk menutup kesenjangan tersebut.

Head of Regional Kalimantan IOH, Sugianto, menegaskan Lempake dipilih sebagai pilot project karena representatif dengan tantangan wilayah lain di Kaltim.

“Kami membuktikan jaringan Indosat sudah meng-cover 90 persen sinyal merata. Warga bisa merasakan langsung kekuatannya,” ujarnya.

Indosat menghadirkan teknologi Fixed Wireless Access (HiFi Air), internet tanpa kabel fiber optik yang bahkan bisa berjalan tanpa listrik hanya dengan power bank. Perusahaan ini juga menerapkan AI security untuk mencegah penipuan digital.

Mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, Indosat merancang tiga fokus pengembangan kelurahan digital. Ketiganya adalah keluarga digital, sekolah digital, dan pasar digital.

Baca Juga:  Pengosongan Pasar Pagi Nyaris 100 Persen, Pemkot Siapkan Berbagai Fasilitas di Lokasi Sementara

Beberapa pedagang di Lempake bahkan sudah mulai berjualan online.

“Meski banyak yang usianya lanjut, mereka tetap antusias belajar. Mereka senang dan terharu karena bisa beradaptasi,” kata Sugianto.

Sugianto berharap program ini tidak berhenti di Lempake. Keberhasilan proyek percontohan tersebut akan jadi tolok ukur untuk digitalisasi kelurahan lain di Kaltim.

“Semoga Lempake bisa jadi motor dan inspirasi bagi daerah lain,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co