Klausa.co

Kaltim Jadi Jawara Transaksi Digital, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat pertumbuhan ekonomi yang semakin solid, ditopang bukan hanya oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan, tetapi juga ledakan transaksi digital di masyarakat. Bumi Etam kini memimpin penggunaan transaksi non-tunai di Kalimantan, menyumbang sekitar 55 persen dari total transaksi digital di seluruh wilayah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Budi Widihartanto, menegaskan, perkembangan ini mempercepat perputaran uang di sektor ritel sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di kawasan timur Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi kita ikut terdorong oleh peningkatan transaksi digital. Perputaran uang di sektor ritel jadi lebih cepat dan efisien,” kata Budi, Sabtu (1/11/2025).

Angka itu membuat Kaltim unggul dibanding provinsi lain di Kalimantan, yang baru menguasai 45 persen sisa transaksi digital. Keberhasilan ini menurut Budi tak lepas dari kolaborasi antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan pelaku sistem pembayaran yang aktif mendorong adopsi teknologi finansial di masyarakat.

Baca Juga:  Transaksi Diprediksi Naik 17 Persen, BI Kaltim Gelontorkan Rp4,8 Triliun Uang Tunai

“Kolaborasi yang terbangun sangat solid. Baik pengguna maupun merchant kini sudah terbiasa bertransaksi dengan QRIS dan EDC,” ujarnya.

Tren pembayaran non-tunai di Kaltim pun terus melonjak. Budi menekankan, lonjakan transaksi digital membuka peluang bisnis baru, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi melalui inklusi keuangan.

“Perkembangan transaksi digital di Bumi Etam terus meningkat di atas 100 persen, bahkan sempat menyentuh 300 persen. Ini menandakan kesadaran masyarakat terhadap efisiensi dan keamanan transaksi digital semakin tinggi,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co