Sanarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menegaskan komitmennya membuka isolasi wilayah barat. Salah satu proyek yang dikejar yaitu pembangunan jalan penghubung Kecamatan Tering, Kutai Barat, menuju Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, akses darat yang selama ini menjadi tuntutan utama warga. Progresnya kini masuk fase krusial.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, Hariadi Purwatmoko, menyampaikan bahwa pekerjaan lapangan sudah menembus 60 persen. Dua segmen memang masih berjalan, namun ia memastikan kontraktor telah diminta mempercepat ritme pengerjaan.
“Sudah kami ingatkan dalam meeting. Ada mekanisme pembuktian progres dan kami minta mereka bekerja lebih keras,” ujar Hariadi, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, percepatan menjadi kunci agar proyek tidak merayap dan meleset dari target. Komunikasi intensif terus dibangun dengan para pelaksana untuk menyelesaikan hambatan teknis yang muncul di lapangan.
“Kami cek satu per satu: apa masalahnya, apa langkah percepatannya, dan apakah target yang diberikan bisa dikejar,” katanya.
Proyek ini memiliki kompleksitas tersendiri karena status ruas Kubar-Mahulu masih nonstatus. Pembiayaannya pun dipecah menjadi tiga sumber anggaran, yakni APBN, APBD Kaltim, dan APBD Mahulu.
Dari STA 0 di Simpang Tiga Purworejo, Tering, hingga STA 10 menjadi kewenangan pusat (APBN). Segmen STA 10–41 ditangani Pemprov Kaltim, kemudian STA 41–117 kembali lewat APBN, dan STA 117–136 menuju Ujoh Bilang ditangani melalui APBD Mahulu. Total panjang jalan mencapai 136 kilometer.
Hariadi menegaskan, selama kontraktor mengikuti aturan, mekanisme pengawasan, dan target waktu, proyek akan berjalan sesuai rencana. Namun jika terjadi keterlambatan, sanksi tetap akan diberlakukan.
“Yang penting semua patuh pada mekanisme. Target kami, akhir tahun ini sudah selesai,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)















