Samarinda, Klausa.co – Kekerasan jalanan merenggut nyawa warga di Kota Samarinda. Seorang pria bernama Wilson Pauang, warga Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, tewas setelah menjadi korban penikaman di Jalan Otto Iskandardinata, kawasan Gunung Manggah, pada Senin (5/1/2026) siang.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 14.10 Wita. Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden bermula dari cekcok antara korban dengan sejumlah orang di lokasi kejadian. Adu mulut tersebut kemudian berkembang menjadi keributan setelah beberapa orang lain datang dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap Wilson.
Dalam kondisi kalah jumlah, korban terjatuh di badan jalan. Saat situasi semakin tidak terkendali, salah satu pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam dan menikam korban di bagian dada, tepat di area ulu hati. Luka tusuk tersebut menyebabkan korban mengalami pendarahan hebat.
Seorang saksi mata berinisial YS menuturkan, warga sempat berupaya memberikan pertolongan kepada korban. Namun suasana kembali mencekam ketika pelaku utama diketahui mengejar korban, sehingga warga memilih menjauh untuk menghindari risiko.
“Awalnya cuma cekcok, lalu datang orang berboncengan dan langsung memukul. Setelah korban jatuh, baru ditikam pakai pisau di bagian ulu hati,” ujar YS.
Ketua RT 27 Kelurahan Selili, Daeng, membenarkan adanya luka tusuk di bagian dada korban. Ia menyebutkan, korban sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat hendak dievakuasi, namun kondisinya dengan cepat memburuk.
“Napasnya masih ada sedikit, tapi tidak lama kemudian berhenti. Korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Daeng.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Seorang terduga pelaku penikaman berinisial Vincent berhasil diamankan bersama barang bukti berupa senjata tajam.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian dari Polsek Samarinda Kota maupun Polresta Samarinda belum menyampaikan keterangan resmi terkait motif kejadian maupun kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. (Din/Fch/Klausa)














