Klausa.co

Evakuasi Massal di TPU Cempaka Samarinda: 35 Makam Terdampak Longsor, Jenazah Dipindahkan ke Zona Aman

Area terdampak longsor di pemakaman Cempaka, Jl P. Suryanata, Samarinda Ulu. ( Foto : Din/Klausa )

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda selama tiga hari berturut-turut sejak 27 hingga 29 Mei 2025 memicu longsor besar di Komplek Pemakaman Umum (TPU) Cempaka, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu. Sedikitnya 35 makam terdampak, dengan kondisi tanah longsor yang bergeser hingga lima meter ke bawah dan meluas ke area sekitar 400 meter persegi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, mengungkapkan bahwa longsor tersebut menyebabkan sejumlah jenazah tertimbun dan bahkan berpindah posisi. Proses evakuasi pun segera dilakukan sejak hari kedua kejadian, melibatkan gabungan tim dari berbagai instansi.

“Tim gabungan dari BPBD, Dinas Damkar, Satpol PP, Dinas Perkim, serta para relawan sudah turun. Proses evakuasi dilakukan bertahap. Sebagian jenazah ditemukan dalam posisi bertumpuk,” ujar Suwarso saat ditemui di lokasi, Jumat (30/5/2025).

Baca Juga:  Angkasa Jaya Janji Kerja Sama dengan Pemkot Samarinda Penuhi RTH 20 Persen

Guna mempercepat proses pemindahan dan penggalian, Pemerintah Kota Samarinda mengerahkan bantuan berupa alat berat seperti ekskavator, serta menyiapkan perlengkapan pemakaman seperti kain kafan dan papan nisan.

“Sejak tadi malam sudah dilakukan penggalian awal oleh Dinas Perkim bersama relawan. Hari ini alat berat diturunkan agar lebih efisien, terutama dalam menyiapkan liang lahat baru,” jelas Suwarso.

Ia menambahkan, seluruh jenazah yang terdampak akan dipindahkan ke lokasi lain di dalam kawasan TPU Cempaka yang dinilai lebih aman dari potensi bencana serupa. Proses relokasi ini dilakukan dengan pendampingan langsung dari keluarga atau ahli waris masing-masing jenazah.

“Kami minta ahli waris untuk hadir saat pemindahan. Tujuannya supaya posisi jenazah bisa diidentifikasi dengan benar, dan tidak salah tempat,” tegasnya.

Baca Juga:  Ratusan Kader PDI Perjuangan se-Kaltim Ikuti Pendidikan Pratama

Pemindahan makam dilakukan secara hati-hati, mengingat sensitivitas proses serta kondisi tanah yang masih labil. Sejumlah warga yang merupakan keluarga jenazah turut menyaksikan proses ini, dengan harapan seluruh tahapan berjalan lancar dan penuh hormat.

Di luar kawasan TPU Cempaka, BPBD juga mulai mencermati ancaman serupa di TPU Damanhuri. Namun, penanganan di lokasi ini masih dalam tahap pengkajian.

“Masih kami analisa bersama tim teknis, termasuk TWAP dan Dinas Perkim. Kajian mendalam diperlukan agar pola penanganannya sesuai karakteristik tanah di sana,” tutup Suwarso. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co