Klausa.co

Untag Samarinda Siapkan Arah Baru Hadapi IKN dan Disrupsi Global

Rektor Untag Samarinda Periode 2026-2029, Zuhdi Yahya dalam acara pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Untag Samarinda, di Auditorium HM Ardans. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pelantikan pimpinan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda periode 2026-2029 menjadi penanda dimulainya fase baru perguruan tinggi swasta itu di tengah percepatan perubahan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Untag Samarinda digelar di Auditorium H. M. Ardans, Senin (14/1/2026).

Zuhdi Yahya resmi menjabat sebagai rektor untuk empat tahun ke depan, didampingi Evi Kurniasari Purwaningrum sebagai Wakil Rektor I, Tukimun sebagai Wakil Rektor II, dan Legowo Kamarubayana sebagai Wakil Rektor III. Prosesi pengambilan sumpah dipimpin Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko.

Perubahan lanskap Bumi Etam akibat pembangunan IKN menjadi salah satu tantangan utama yang disorot dalam agenda tersebut. Perguruan tinggi, termasuk Untag Samarinda, dituntut beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan sumber daya manusia, perkembangan teknologi, serta pergeseran struktur ekonomi daerah.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Kaltim Tinjau Proyek Drainase Loa Ipuh, Seno Aji: Harus Selesai dan Bermanfaat

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Sri Wahyuni, yang hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa kepemimpinan perguruan tinggi tidak sekadar bersifat administratif. Menurutnya, kampus memegang peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan jangka panjang.

“Perguruan tinggi adalah pilar penting dalam mencetak SDM unggul, pemikir kritis, dan calon pemimpin yang akan menentukan arah daerah dan bangsa,” ujarnya.

Sri mendorong Untag Samarinda untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan berbasis nilai Pancasila. Ia juga menyinggung kontribusi Untag dalam Program Gratispol yang berjalan sejak 2025, melalui bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Kaltim.

Baca Juga:  Hadi Mulyadi: Sekolah Inklusi di Kaltim Harus Dimaksilkan, Masuk Program Prioritas Kaltim Berdaulat

“Program ini memperkuat eksistensi perguruan tinggi daerah. Pada 2026, bantuan UKT sudah dapat dinikmati mahasiswa semester dua hingga delapan sesuai ketentuan,” katanya.

Selain itu, Pemprov Kaltim mendorong Untag Samarinda bertransformasi menuju entrepreneurial university. Langkah ini dinilai penting agar kampus mampu berperan aktif dalam ekosistem ekonomi baru yang tumbuh seiring kehadiran IKN.

Di sisi lain, Rektor Untag Samarinda Zuhdi Yahya menegaskan komitmennya membawa institusi yang dipimpinnya lebih adaptif terhadap dinamika global. Ia menyebut era disrupsi teknologi dan ketidakpastian menuntut perubahan cara pandang dan pengelolaan pendidikan tinggi.

“Kita hidup di tengah Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Ini menuntut inovasi berkelanjutan, transformasi digital, serta peningkatan mutu pendidikan agar perguruan tinggi tetap relevan,” ujar Zuhdi.

Baca Juga:  KPK Konfirmasi Penggeledahan di Rumah Mantan Gubernur Kaltim, Masih Rahasiakan Kasus

Menurutnya, kepemimpinan baru Untag Samarinda akan diarahkan pada penguatan tata kelola, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan zaman.

“Langkah tersebut diharapkan mampu menempatkan Untag Samarinda sebagai salah satu aktor penting dalam menyiapkan SDM Kaltim di era IKN,” kunci mantan Ketua Umum KONI Kaltim itu. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co