Samarinda, Klausa.co – Program perbaikan 1.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kalimantan Timur (Kaltim) jelang rampung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyebut pengerjaannya di 10 kabupaten/kota hampir rampung, meski laporan resminya belum dipublikasikan secara detail.
Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan progres di lapangan berjalan sesuai rencana.
“Progresnya hampir 100 persen di seluruh kabupaten/kota,” ujar Firnanda, Jumat (5/12/2025).
Program rehabilitasi RTLH menjadi salah satu agenda prioritas di era Gubernur Rudy Masud dan Wakil Gubernur Seno Aji, sebagai upaya memperbaiki kualitas permukiman masyarakat berpenghasilan rendah. Pada 2025, APBD Kaltim mengalokasikan sekitar Rp25 miliar untuk merenovasi seribu rumah, dengan nilai bantuan per unit sekitar Rp25 juta.
Namun situasi diperkirakan berubah tahun depan. Pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat membuat Dinas PUPR-PERA Kaltim harus merombak target rehabilitasi. Anggaran dinas yang pada 2025 mencapai Rp3,6 triliun turun drastis menjadi sekitar Rp834 miliar di 2026.
Meski dana mengecil, Firnanda menyebut pihaknya tetap menyiapkan skema lanjutan. Bantuan per rumah direncanakan naik menjadi Rp35 juta, tetapi jumlah rumah yang bisa ditangani kemungkinan hanya sekitar 500 unit. Kepastian target masih menunggu perhitungan final.
“Setelah pemotongan TKD, berapa pasti targetnya, saya belum bisa jawab,” kata Firnanda. (Din/Fch/Klausa)
















