Samarinda, Klausa.co – Kepolisian masih mendalami penyebab kebakaran yang melanda kapal wisata KM Teman Bejalanan di perairan Sungai Mahakam. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polresta Samarinda bersama Tim Inafis Polresta Samarinda menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran kapal wisata KM Teman Bejalanan, Rabu (21/1/2026). Pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi kejadian sebagai bagian dari penyelidikan awal.
Olah TKP dimulai sekitar pukul 10.00 Wita. Tim gabungan menyisir seluruh bagian kapal, dengan perhatian khusus pada area yang mengalami kerusakan paling parah akibat kebakaran. Langkah tersebut ditempuh untuk mengumpulkan bukti fisik serta petunjuk teknis yang dapat mengarah pada sumber api.
Dari pemeriksaan awal, api diduga berasal dari area mesin genset atau generator yang berada di lantai tiga kapal. Meski demikian, kepolisian menegaskan dugaan tersebut belum bersifat final dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut melalui pemeriksaan lanjutan.
Seluruh temuan di lokasi telah diamankan dan didokumentasikan oleh Tim Inafis. Barang bukti tersebut selanjutnya akan dianalisis bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk memastikan penyebab kebakaran berdasarkan kajian ilmiah.
Kasat Polairud Polresta Samarinda, Kompol Rachmat Aribowo, menyampaikan bahwa olah TKP dilakukan untuk mengurai secara detail kronologi serta titik awal kebakaran kapal wisata tersebut.
“Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui faktor pemicu kebakaran. Setiap temuan akan dikaji secara cermat dan menyeluruh,” ujarnya.
Perwira melati satu itu menambahkan, keterlibatan Puslabfor diperlukan agar hasil penyelidikan dapat dipertanggungjawabkan secara objektif. Kepolisian, kata dia, berkomitmen mengawal proses penyelidikan hingga tuntas.
“Seluruh tahapan dilakukan secara profesional demi menjamin keselamatan aktivitas pelayaran di Sungai Mahakam,” pungkasnya. (Din/Fch/Klausa)

















