Samarinda, Klausa.co – Sungai Mahakam tak hanya punya fungsi sebagai jalur vital transportasi. Sungai dengan panjang 980 kilometer itu punya potensi ekonomi yang tinggi, namun potensinya dinilai bocor terlalu besar. Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menilai aktivitas tambang yang memanfaatkan sungai ini tidak memberi kontribusi optimal bagi kas daerah, meski nilai ekonomi yang bergerak di atasnya mencapai triliunan rupiah per tahun.
Setiap hari, tongkang batu bara melintas tanpa henti. Namun besarnya lalu lintas itu tak tercermin pada penerimaan daerah. Salah satu jenis pajak yang berkaitan dengan aktivitas pelabuhan bahkan hanya mampu menyumbang sekitar Rp21 miliar per tahun.
“Angkanya terlalu kecil. Tidak sebanding dengan skala aktivitas yang terjadi setiap harinya,” kata Ananda, Sabtu (29/11/2025).
Ia menyebut situasi ini adalah tanda Kaltim membiarkan peluang pendapatan daerah menguap begitu saja. Apalagi di tengah pemangkasan sejumlah skema transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Menurut Ananda, pembenahan tata kelola Sungai Mahakam mendesak dilakukan. Optimalisasi bukan hanya untuk menutup kebocoran potensi PAD, tetapi juga sebagai langkah strategis membiayai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur yang selama ini belum merata.
Ananda meminta Komisi II DPRD Kaltim segera menyusun langkah konkret. Pijakan awal sudah jelas, tinggal diterjemahkan menjadi program.
“Kita mulai dari yang paling realistis. Jika hasilnya positif, baru dikembangkan lebih luas,” ujarnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)















