Klausa.co

Koperasi Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis di Kaltim

Kepala Dinas PPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Din/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) membuka peluang bagi koperasi lokal untuk ikut dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional pemerintahan Prabowo–Gibran. Namun, tidak semua koperasi bisa langsung terlibat. Hanya yang lolos kurasi dan dinilai siap secara kelembagaan yang akan dilibatkan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (PPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan koperasi potensial di berbagai kabupaten dan kota. Proses ini menjadi langkah awal sebelum menentukan siapa saja yang layak ikut dalam pasokan bahan pangan MBG.

“Semua punya peluang, tapi kami harus selektif. Tidak bisa langsung libatkan seluruh koperasi. Harus kami lihat dulu kesiapan dan kapasitasnya,” ujar Heni, Jumat (10/10/2025).

Proses kurasi meliputi penilaian aspek kelembagaan, kapasitas produksi, serta kesesuaian jenis usaha dengan kebutuhan bahan pokok MBG. Koperasi yang bergerak di sektor pertanian dan peternakan akan menjadi prioritas utama karena paling relevan dengan kebutuhan dapur MBG.

Baca Juga:  Dua Aplikator Masih Bandel, Ojol Kaltim Geruduk Dishub, Desak Pemprov Bertindak Tegas

Menurut Heni, pemerintah daerah ingin kemitraan ini tidak bersifat sementara. Koperasi diharapkan bisa menjadi pemasok tetap bagi Satuan Pangan Bergizi Gratis (SPBG) yang beroperasi di daerah.

“Kami ingin kemitraan ini berkelanjutan. Jadi bukan hanya sekali pengiriman, tapi bisa menjadi sistem yang menopang kesejahteraan petani dan peternak,” jelasnya.

Heni menambahkan, sepanjang 2025 pihaknya akan fokus memperkuat manajemen dan sumber daya manusia koperasi. Penguatan kapasitas kelembagaan dianggap penting agar koperasi tidak hanya mampu memasok, tetapi juga bersaing secara profesional.

“Fondasi SDM dan tata kelola harus kuat dulu. Setelah itu baru kami dorong ke tahap kemitraan,” tegasnya.

Salah satu koperasi yang sudah bersiap bergabung dalam program ini adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Lempake, Samarinda. Ketua KKMP, Adung KS Utomo, menyebut pihaknya tengah memfinalisasi kerja sama dengan tim MBG untuk penyediaan dua komoditas utama: beras dan minyak goreng.

Baca Juga:  Kaltim Siapkan Peta Jalan Menuju Ekonomi Hijau

“Insyaallah bulan ini kami tandatangani MoU dengan pihak MBG. Tahap awal kami suplai beras dan minyak goreng,” ungkap Adung.

Selain untuk pasokan MBG, KKMP juga menjalin komunikasi dengan Brigade Pangan guna memperluas penyerapan hasil panen petani lokal. Dalam jangka panjang, koperasi ini menargetkan untuk memproduksi beras kemasan dengan merek sendiri.

Namun, Adung mengakui masih ada sejumlah kendala administratif yang perlu dibereskan, terutama terkait perizinan pengemasan dan penentuan harga jual.

“Harga di petani sekarang sekitar Rp15 ribu per kilo. Kami masih menyesuaikan agar tetap terjangkau tanpa merugikan anggota,” kuncinya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co