Klausa.co

Jargas Samarinda Masuk Tahap Lapangan, Pemkot Tekankan Pengelolaan Dampak Sosial

Asisten II Sekdakot Samarinda, Marnabas Patiroy. (Ist)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menggerakkan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) tahap lanjutan ke fase lapangan. Proyek infrastruktur energi ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi target teknis, tetapi juga menempatkan pengelolaan dampak sosial warga sebagai perhatian utama, mengingat pekerjaan dilakukan di kawasan permukiman padat.

Setelah menyelesaikan tahapan administrasi dan penetapan pemenang tender, proyek jargas kini memasuki fase awal berupa survei lintasan pipa. Tahap ini menjadi fondasi sebelum pekerjaan penggalian dan pemasangan pipa utama dilakukan di lapangan.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan seluruh persiapan administratif telah rampung dan pekerjaan mulai bergerak ke tahap teknis awal.

Baca Juga:  Andi Harun Berencana Renovasi Pasar Pagi, Konsep Pasar Rakyat Berdesain Tradisional Modern

“Administrasi sudah selesai. Sekarang kita masuk survei jalur jaringan gas,” kata Marnabas, pada Selasa (30/12/2025).

Pada tahap persiapan, Pmkot sempat menghadapi keberatan dari warga terkait rencana lokasi penempatan material proyek. Area di Jalan Ade Irma Suryani (Eks. Jalan Nuri) yang semula ditetapkan sebagai lokasi penyimpanan pipa akhirnya dialihkan ke Jalan Perjuangan setelah muncul penolakan dari masyarakat setempat.

Marnabas menjelaskan, pemindahan lokasi tersebut dilakukan untuk mencegah potensi konflik sosial yang dapat mengganggu jalannya proyek. Saat ini, seluruh material disimpan dalam kontainer di lokasi yang dinilai lebih aman dan minim gesekan dengan warga.

“Langkah ini diambil supaya persoalan nonteknis tidak berkembang dan menghambat pekerjaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sri Wahyuni Ajak Pemuda Kaltim Bangun Daerah dan Berdaya Saing dengan IKN

Pemkot Samarinda menilai pengelolaan logistik menjadi faktor krusial dalam proyek jargas, terutama karena aktivitas konstruksi berlangsung di lingkungan hunian. Sejumlah aktivitas lapangan mulai terlihat di beberapa titik, termasuk di kawasan Jalan Biawan yang diproyeksikan menjadi salah satu lintasan utama jaringan gas.

Menurut Marnabas, respons masyarakat terhadap proyek infrastruktur berskala besar merupakan hal yang wajar. Sejauh ini, persoalan yang muncul masih tergolong ringan dan dapat segera ditangani.

“Biasanya hanya persoalan teknis kecil, seperti penempatan material,” katanya.

Pada tahap kedua ini, jaringan gas ditargetkan menjangkau sekitar 7.600 pelanggan rumah tangga. Namun, sambungan gas ke rumah warga belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena seluruh pipa utama harus terpasang dan melewati uji keamanan sebelum dinyatakan layak operasi.

Baca Juga:  Andi Harun Buka Fesma 2023, Kebudayaan Nusantara Identitas dan Karakter Bangsa

“Semua pipa utama harus terpasang dan diuji terlebih dahulu,” jelasnya.

Proyek jargas tahap lanjutan ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan sesuai kontrak kerja. Jika tidak ada kendala berarti, sambungan gas ke rumah tangga diproyeksikan mulai direalisasikan pada Juli 2026.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai standar, Pemkot Samarinda membentuk tim pengawasan yang melibatkan unsur teknis serta perwakilan masyarakat. Pemerintah kota juga menyiapkan mekanisme pengaduan layanan, termasuk sistem pembayaran bulanan yang diarahkan melalui Bank Samarinda.

“Kita ingin ada sekretariat di daerah, supaya warga tahu harus bertanya ke mana,” pungkas Marnabas. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co