Samarinda, Klausa.co – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai tak bisa lagi mengandalkan pola pendidikan yang seragam. DPRD Kaltim menegaskan bahwa penguatan pendidikan berbasis lokal harus menjadi strategi utama agar pembangunan manusia di daerah ini berjalan lebih relevan dan berkelanjutan.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menuturkan bahwa pendidikan yang disusun sesuai karakteristik sosial, ekonomi, dan budaya tiap wilayah akan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan.
“Pendidikan berbasis lokal itu menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek,” kata Agusriansyah, Kamis (11/12/2025).
Dia mencetuskan, perlunya sistem pendidikan yang mampu membaca kebutuhan nyata wilayah. Mulai dari struktur ekonomi, potensi unggulan daerah, hingga kearifan budaya setempat. Penyesuaian kurikulum dengan kondisi ini diyakini dapat menghasilkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungannya.
DPRD Kaltim menilai pendekatan tersebut penting mengingat luasnya wilayah provinsi dan besarnya variasi kondisi sosial-ekonomi antar daerah. Jika pendidikan berjalan seragam tanpa mempertimbangkan konteks lokal, ketimpangan kualitas SDM berpotensi semakin melebar.
Makanya, legislatif mendorong pemerintah daerah memasukkan penguatan pendidikan berbasis lokal sebagai kebijakan jangka panjang yang terarah.
“Pembangunan SDM harus selaras dengan kebutuhan dan potensi nyata di masing-masing daerah,” ujar Agusriansyah. (Din/Fch/ADV/DPRD Kaltim)















