Samarinda, Klausa.co – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengingatkan masyarakat dan seluruh fasilitas layanan kesehatan untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran COVID-19. Meskipun statusnya kini telah beralih dari pandemi menjadi endemi.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa perubahan status ini tidak serta-merta menghilangkan risiko penularan. Virus corona, menurutnya, kini harus diperlakukan seperti penyakit lain yang selalu mengintai di sekitar kita, seperti flu musiman atau demam berdarah.
“Hingga Juni 2025, tercatat masih ada 67 kasus baru di tingkat nasional. Sebagian besar terkonsentrasi di Jakarta, Surabaya, dan Banten,” ujar Jaya, Kamis (19/6/2025).
Merespons kondisi tersebut, Dinkes Kaltim telah mengirimkan surat edaran ke seluruh rumah sakit dan puskesmas di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Rumah sakit diminta mengaktifkan kembali ruang isolasi yang sebelumnya tidak difungsikan, sementara puskesmas diinstruksikan bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan.
Pihaknya juga meminta seluruh kabupaten dan kota di Kaltim untuk lebih aktif melakukan pemantauan terhadap gejala-gejala yang mengarah pada COVID-19, termasuk demam, batuk, dan flu berat.
Jaya mennuturkan, pentingnya menjaga tiga protokol dalam pencegahan penyakit menular, yaitu kondisi tubuh, daya tahan lingkungan, dan potensi virus. Jika salah satu terganggu, risiko penularan bisa meningkat.
“Kalau tubuh kita fit dan lingkungan bersih, virus cenderung sulit berkembang. Tapi kalau daya tahan tubuh turun, itu bisa jadi celah,” jelasnya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik bila ada anggota keluarga yang dinyatakan positif COVID-19. Menurut Jaya, langkah terbaik adalah langsung melakukan pelacakan dan pemeriksaan terhadap kontak terdekat.
“Kalau ada yang terkonfirmasi, jangan disikapi dengan ketakutan berlebihan. Yang penting, segera cek anggota keluarga lainnya dan lakukan isolasi mandiri bila diperlukan. Ini bentuk tanggung jawab bersama,” tutupnya. (Din/Fch/ADV/Diskominfo kaltim)















