Samarinda, Klausa.co – DPRD Samarinda mendorong pemasangan hidran di kawasan padat penduduk Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir. Usulan itu muncul setelah warga menyampaikan kebutuhan sarana penanganan kebakaran saat agenda reses yang digelar di RT 25, Minggu (24/5/2026) malam.
Anggota DPRD Samarinda, Suparno, menilai keberadaan hidran perlu menjadi prioritas mengingat karakteristik wilayah Selili yang memiliki permukiman rapat dan sebagian berada di kawasan berbukit. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyulitkan proses penanganan ketika terjadi kebakaran.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas penanganan dini sangat penting untuk menekan risiko meluasnya api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Penanganan dini kebakaran ini perlu menjadi prioritas. Saya siap mendorong usulan tersebut agar bisa direalisasikan,” kata Suparno, Kamis (28/5/2026).
Politikus PAN itu mengatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengkaji kemungkinan pemasangan hidran di lingkungan warga. Beberapa pihak yang akan dilibatkan antara lain Perumdam Tirta Kencana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Dia menyebut, kebutuhan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan warga yang tinggal di kawasan dengan tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi.
Selain pemasangan hidran, Suparno juga menyiapkan opsi lain berupa penyediaan mesin pemadam portabel yang dapat dikelola masyarakat melalui Karang Taruna setempat. Skema itu dinilai dapat memperkuat kapasitas warga dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
“Bisa juga dibantu dengan pelatihan dari Dinas Pemadam Kebakaran, baik untuk penanganan kebakaran maupun penggunaan alat pemadam,” ujarnya.
Suparno menambahkan, komunikasi awal dengan instansi terkait telah dilakukan untuk membahas kemungkinan realisasi program tersebut. Dia berharap ada langkah konkret yang bisa segera diambil guna meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap ancaman kebakaran.
Menurutnya, kawasan permukiman padat membutuhkan sistem mitigasi yang lebih baik karena api dapat dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain apabila tidak segera ditangani.
“Yang terpenting sekarang adalah kesiapan awal di lingkungan warga. Kalau akses sulit dan rumah berhimpitan, maka penanganannya harus lebih cepat,” tutupnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)















