Samarinda, Klausa.co – Semarak Lebaran tahun ini membawa angin segar bagi para pedagang Pasar Pagi yang direlokasi sementara ke Segiri Grosir Samarinda (SGS). Sejak beberapa hari terakhir, SGS dipadati pembeli yang berburu perlengkapan Lebaran, seperti baju, sandal, sepatu, dan lain sebagainya.
Salah satu pedagang sandal, Marti, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. “Alhamdulillah, memang sebelumnya sepi ya pas hari biasa. Sekarang mendekati Lebaran bisa ramai lagi,” kata Marti.
Marti mengungkapkan, ramainya pembeli sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Faktor utama yang mendorong lonjakan pengunjung adalah tingginya kebutuhan konsumen menjelang Lebaran. “Banyak dari mereka sudah tahu bahwa tempat ini merupakan pindahan dari Pasar Pagi. Rata-rata pembeli membeli baju, sandal, dan perlengkapan lainnya,” tuturnya.
Marti yang menjual aneka sandal dengan harga bervariasi antara Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu, mengaku mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan. “Kurang lebih terjual 100 pasang per hari, karena mendekati Lebaran juga,” tambahnya.
Meskipun merasakan berkah Lebaran, Marti tetap berharap agar proyek revitalisasi Pasar Pagi segera rampung. “Harapannya nanti setelah bangunan selesai, bisa menarik lebih banyak pembeli dan juga memiliki fasilitas yang nyaman,” tutupnya.
Keramaian di SGS menjelang Lebaran menjadi bukti bahwa geliat ekonomi di Samarinda mulai bangkit. Di tengah optimisme tersebut, harapan para pedagang Pasar Pagi agar segera kembali ke tempat asalnya dengan fasilitas yang lebih baik patut menjadi perhatian pemerintah. (Yah/Fch/Klausa)
















