Klausa.co

Listrik Padam Serentak di Samarinda, Warga Keluhkan Aktivitas Lumpuh hingga Rapat Kerja Terganggu

Ilustrasi pemadam listrik, petugas PLN yang sedang melakukan perbaikan. (Dok : PLN)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Pemadaman listrik yang terjadi secara serentak di berbagai wilayah Indonesia pada Senin (22/6/2026) turut berdampak besar bagi masyarakat Kota Samarinda. Sejak menjelang waktu Maghrib, pasokan listrik di sejumlah kawasan padam total dan menyebabkan berbagai aktivitas warga terganggu.

Hingga sekitar pukul 19.50 Wita, beberapa wilayah di Samarinda masih mengalami pemadaman. Kondisi tersebut membuat banyak warga kebingungan lantaran tidak menerima informasi ataupun pemberitahuan resmi sebelum gangguan listrik terjadi.

Salah seorang warga Perumahan Pondok Surya Indah di Jalan PM Noor, Samarinda Utara, Fatih, mengaku mendapati kondisi lingkungan tempat tinggalnya sudah gelap saat pulang ke rumah pada Senin petang. Tidak hanya kompleks perumahannya, pemadaman juga terlihat terjadi di sejumlah kawasan lain yang dilaluinya.

Baca Juga:  Seno Aji Ajak Warga Kaltim Perkuat Kepedulian dan Kerukunan di Momen Iduladha

“Info dari grup Samarinda, hampir se-Samarinda mati lampu,” ujar Fatih.

Menurut pria berusia 27 tahun itu, pemadaman diduga telah berlangsung sejak waktu Maghrib. Hingga malam hari, warga hanya bisa menunggu kepastian kapan listrik kembali menyala. Sebagian kecil warga yang memiliki generator set (genset) masih dapat menjalankan aktivitas tertentu, namun mayoritas masyarakat sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik dari PLN.

“Kalo rumahku belum ada beli genset sih, tapi ada satu dua rumah yang punya genset,” katanya.

Fatih menuturkan dampak pemadaman tidak hanya dirasakan dalam aktivitas rumah tangga, tetapi juga mengganggu pekerjaannya. Ia terancam tidak dapat mengikuti rapat daring yang telah dijadwalkan pada malam hari karena perangkat elektroniknya kehabisan daya.

“Terganggu karena harusnya ada rapat Zoom Meeting jam setengah delapan malam ini. Tapi karena mati lampu enggak bisa ngecas laptop, padahal baterai laptop sudah mau habis,” keluhnya.

Baca Juga:  Ananda Moeis Apresiasi SSB Nahusam FA: Potensi Besar Sepak Bola Kaltim

Sementara itu, Manager ULP Samarinda Ulu PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), Anjar Ika Pristanti, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa gangguan sistem kelistrikan terjadi pada Senin (22/6) pukul 15.16 Wita.

Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya kawasan Jalan HM Ardans Ringroad 3, Bukit Pinang, Perumahan Puspita, Perumahan Suryanata Graha Mandiri, Pergudangan Bizpark, Pergudangan Suryasari Indo Properti, Komplek Sekumpul Hill, Jalan Manunggal Bukit Pinang, Ringroad 1 sebagian, Ringroad 2, Perumahan Mahakam Grande, Jalan Rejang Raya, Jalan Pusaka Bendang, Jalan Karang Mulya, Perumahan Andalusia, hingga Perumahan Griya Rayyan.

PLN menyebut telah menurunkan 12 personel gabungan untuk mempercepat proses penanganan gangguan. Seluruh petugas dikerahkan ke sejumlah titik guna melakukan penelusuran penyebab gangguan sekaligus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan.

Baca Juga:  Wali Kota Andi Harun Optimis Tim Samarinda Raih Gelar Juara di Piala Soeratin U-13 dan U-15

“Seluruh upaya terus dioptimalkan agar proses penormalan dapat dilakukan secepat mungkin secara bertahap,” tulis PLN dalam pernyataannya.

Di tengah kondisi tersebut, Fatih berharap pemerintah dan pihak terkait dapat lebih serius menjamin ketahanan pasokan energi bagi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Kalimantan Timur sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia seharusnya tidak lagi menghadapi persoalan pemadaman listrik berskala luas.

“Harapannya supaya pemerintah serius menghitung pasokan batu bara buat kebutuhan listrik domestik. Jangan banyak yang diekspor saja, padahal bumi kita dikeruk. Apalagi ini Kaltim penghasil batu bara,” tutupnya. (Din/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co