Samarinda, Klausa.co – Seorang anak perempuan berusia 9 tahun, meninggal dunia setelah terseret arus banjir di Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (29/11/2025) sore. Jasadnya ditemukan tersangkut di parit dekat Jembatan.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sekitar pukul 10.00 Wita. Sejak pagi, keluarga sudah berupaya melakukan pencarian, namun tidak menemukan jejak. Hingga akhirnya seorang warga, Ari Kurniawan, melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di parit di bawah rumahnya.
“Saya kira tadi sampah biasa. Tapi setelah dilihat lagi, ada rambut. Saya langsung beri tahu warga sekitar,” ungkap Ari.
Warga kemudian berkerumun di lokasi, namun tidak ada yang berani melakukan evakuasi. Salah satu anggota keluarga akhirnya turun dan mengangkat tubuh korban ke teras rumah Ari. Saat itu kondisinya sudah tak bernyawa, tubuh membiru, dan mengenakan baju berwarna kuning.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluarga korban baru beberapa waktu pindah ke kecamatan tersebut dari Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD AW Sjahranie menggunakan ambulans untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim Inafis dan kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi.
Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, membenarkan kejadian tragis tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal, diduga kuat ini murni musibah akibat derasnya arus banjir,” ujarnya.
Tragedi ini menjadi alarm untuk masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat wilayah sedang tergenang akibat hujan deras. (Din/Fch/Klausa)













