Klausa.co

Jalan Rusak Samarinda, Teguran Keras Andi Harun dan Evaluasi Total PUPR

Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Foto: Yah/Klausa)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, tak tinggal diam melihat kondisi jalan di kotanya yang kian memprihatinkan. Kerusakan parah di beberapa titik, seperti Jalan M Yamin, Jalan Merdeka, dan sekitar Taman Samarendah, mengundang geram orang nomor satu di Samarinda ini.

Pada Minggu (14/7/2024), Andi Harun memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera bertindak. Teguran keras ini ia sampaikan langsung kepada dinas terkait, tanpa tedeng aling-aling.

“Saya sudah tegur PUPR. Ada beberapa tempat yang rusak parah, seperti di Jalan M Yamin, Jalan Merdeka, dan sekitar Taman Samarendah. Saya pantau langsung dan terima kasih kepada netizen, warga, dan media yang telah membantu memantau dan melaporkan,” tegas Andi Harun.

Baca Juga:  Plaza 21 Beralih Fungsi Menjadi Gedung Parkir, Solusi Atasi Kemacetan di Citra Niaga dan Panglima Batur

Bagi Andi Harun, infrastruktur, khususnya jalan, adalah kunci utama bagi kesejahteraan masyarakat. Jalan yang rusak bukan hanya mengganggu kelancaran mobilitas, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Kualitas jalan harus diutamakan. Ini demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Harun menginstruksikan PUPR untuk mengevaluasi kinerja kontraktor yang terlibat dalam proyek jalan tersebut. Ia tak segan-segan memberikan sanksi tegas bila ditemukan adanya kelalaian.

“Kalau memang cuacanya tidak mendukung, tunda dulu pengaspalannya. Jangan sampai asal-asalan dan menimbulkan kerusakan yang berkepanjangan,” tambahnya.

Andi Harun juga membuka kemungkinan pembongkaran ulang dan pengaspalan kembali untuk memastikan kualitas jalan benar-benar terjaga. Standar mutu di Samarinda, tegasnya, tidak boleh ditawar.

Baca Juga:  Wali Kota Andi Harun Dianugerahi Gelar Warga Kehormatan Brimob Polri

“Bongkar ulang dan aspal kembali jika memang diperlukan. Tidak boleh bekas dicampur baru. Itu standar kita di Samarinda,” jelasnya.

Salah satu penyebab kerusakan jalan, menurut Andi Harun, adalah kurangnya sistem drainase yang memadai. Hal ini membuat air hujan menggenang dan mengikis aspal jalan.

“Ada juga jalan yang belum tersedia parit, atau paritnya yang tidak lancar. Kita benahi dulu paritnya, baru kemudian dilakukan pengaspalan,” ungkapnya.

Upaya perbaikan jalan ini, lanjut Andi Harun, akan segera dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni. Ia berharap dengan langkah cepat dan tegas ini, kualitas infrastruktur jalan di Samarinda dapat segera membaik dan meminimalkan risiko kecelakaan.

Baca Juga:  KPK Geledah Dua Kantor di Samarinda, Dugaan Korupsi Sumber Daya Alam Mengemuka

“Anggaran untuk perbaikan jalan sudah kita siapkan di APBD Murni. Secepatnya kita perbaiki,” tuturnya. (Yah/Fch/Klausa)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co