Lompat ke konten utama

Klausa.co

Bocah Tewas Terjatuh dari Lantai Lima Hotel Mesra, DPRD Samarinda Soroti Keamanan Balkon

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Bagikan

Samarinda, Klausa.co – Tragedi meninggalnya RK, bocah perempuan berusia tiga tahun yang terjatuh dari balkon lantai lima Hotel Mesra Samarinda, menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Insiden yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) pagi itu memunculkan sorotan terhadap pengawasan anak serta standar keselamatan fasilitas perhotelan, terutama di area yang berpotensi membahayakan tamu.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menilai keselamatan anak tidak hanya bergantung pada pengawasan orangtua, tetapi juga perlu didukung fasilitas yang aman di lingkungan penginapan.

Menurut Sri Puji, anak-anak usia dini belum memiliki pemahaman yang memadai untuk mengenali berbagai risiko di sekitarnya. Karena itu, orangtua perlu memberikan perhatian lebih ketika membawa anak ke tempat yang memiliki potensi bahaya, termasuk area balkon dan bagian bangunan di ketinggian.

Baca Juga:  Harapan Ananda Moeis: RSGM Unmul, Tonggak Pendidikan Kedokteran Gigi di Kaltim

“Saya turut berduka atas kejadian ini. Orangtua perlu selalu mengawasi anak-anaknya, terutama ketika berada di lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka,” ujarnya.

Selain mengingatkan pentingnya pengawasan keluarga, Sri Puji meminta pengelola hotel di Samarinda melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan. Pemeriksaan perlu mencakup kondisi balkon, kekuatan pagar pembatas, hingga akses menuju area yang berisiko bagi anak-anak.

Ia menegaskan, aspek keselamatan semestinya menjadi perhatian dalam pengelolaan fasilitas hotel agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kejadian ini perlu menjadi bahan evaluasi bagi pengelola hotel di Samarinda. Keamanan balkon dan area lain yang berisiko bagi anak harus benar-benar diperhatikan agar keselamatan tamu tetap terjaga,” tegasnya.

Di sisi lain, penyebab pasti jatuhnya RK masih dalam penyelidikan kepolisian. Berdasarkan keterangan awal Polsek Samarinda Ulu, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 Wita di kamar nomor 5101 Hotel Mesra.

Baca Juga:  Bermodal Obeng, Komplotan di Samarinda Gasak 24 Motor

Saat kejadian, korban berada di kamar bersama adiknya. Sementara itu, kedua orangtuanya sedang sarapan di restoran hotel. Dalam pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan pintu yang mengarah ke balkon kamar dalam kondisi terbuka dan tidak terkunci. Namun, temuan tersebut belum dapat memastikan bagaimana korban terjatuh dari lantai lima.

Setelah kejadian, korban ditemukan di area parit halaman hotel. Personel Inafis Polresta Samarinda kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.30 Wita untuk mengumpulkan informasi dan mendukung proses penyelidikan.

Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk menjalani pemeriksaan awal. Kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut. Mereka meliputi kedua orangtua korban, petugas keamanan, serta karyawan hotel.

Pemeriksaan itu dilakukan untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh sekaligus mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana lainnya. Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pendalaman polisi.

Baca Juga:  Rencana Pembangunan Terowongan di Selili, Komisi III DPRD Samarinda Tunggu Laporan Dinas PUPR

Sri Puji berharap peristiwa tragis tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengelola fasilitas publik mengenai pentingnya perlindungan terhadap anak-anak.

Ia menekankan, upaya mencegah kecelakaan serupa membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Pengawasan orangtua harus berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas yang memenuhi aspek keselamatan, khususnya di tempat yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi anak.

Menurutnya, evaluasi terhadap fasilitas perhotelan perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan bagi seluruh tamu, termasuk keluarga yang membawa anak usia dini.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama, baik melalui pengawasan orangtua maupun fasilitas yang aman,” pungkasnya. (Din/Fch/ADV/DPRD Samarinda)

Bagikan

.

.

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightâ“‘ | 2021 klausa.co