Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Search

Pelaku Pembunuh Juwanah Terancam Hukuman Seumur Hidup, Mengaku Sudah Dua Kali Dihantui Arwah Korban

Wakil Kepala Polresta Samarinda didampingi jajaran Satreskrim membeberkan sejumlah alat bukti kasua pembunuhan perempuan cantik bernama Juwanah. (Klausa.co)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co Satreskrim Polresta Samarinda membeberkan hasil penyelidikan kasus pembunuhan perempuan cantik bernama Juwanah alias Julia (25). Dalam rilisnya, Korps Bhayangkara menghadirkan pelaku tunggal pembunuhan berinisial RS. Rekan kerja korban.

Kronologi hingga motif dibalik kasus pembunuhan perempuan asal Kecamatan Muara Ancalong Kutai Timur itu disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto pada Senin (27/2021) sore di halaman Mapolresta Samarinda.

Disebutkannya, bahwa kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari pihak keluarga korban. Yang telah kehilangan Juwanah sejak 9 September lalu. Sedangkan pelaporan orang hilang ini masuk di kepolisian pada 21 September.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan dimulainya penyelidikan. Diawali dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, singkat cerita penyelidikan ini mengerucut kepada RS.

Advertisements
Advertisements

Diketahui RS merupakan orang terakhir bersama Juwanah sejak kehilangannya. “Berawal dari adanya laporan polisi di tanggal 21 September bahwa saudari Juwanah hilang entah kemana,” ungkapnya kepada awak media.

“Berdasarkan laporan ini, maka Satreskrim Polresta Samarinda bersama Polsek Sungai Pinang dan Polsek Samarinda Kota dan Unit Jatanras melaksanakan penyelidikan dan pendalaman, singkatnya tersangka berinisial RS bisa kita amankan,” imbuhnya.

RS yang diketahui sudah beberapa hari tak turun bekerja, dijemput petugas tanpa perlawanan saat sedang bermain basket di kawasan Universitas Mulawarman. Dari sana, petugas kemudian melanjutkan penyelidikan dengan mengarah ke kediaman RS di Jalan Pinang Seribu, Kecamatan Samarinda Utara.

Dari hasil penggeledahan, petugas mendapati sejumlah barang bukti berupa handpone dan perhiasan cincin, gelang dan anting yang diketahui merupakan kepunyaan Juwanah. Dari temuan ini, RS yang dibawah introgasi petugas lantas mengakui bahwa barang tersebut dia curi dari Juwanah.

Advertisements
Advertisements

Meski sempat tak mau mengakui perihal keberadaan Juwanah, akhirnya RS buka suara dan menyampaikan fakta mengejutkan. Kepada polisi, dia mengaku telah membunuh perempuan 25 tahun tersebut dan membuangnya disuatu tempat.

Dari pengakuan RS, polisi melakukan pengembangan untuk mencari jasad Juwanah. Kala itu petugas diarahkan oleh RS ke Jalan AP Mangkunegara, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang. Atau tepatnya di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong.

Benar saja, saat dilakukan pencarian yang tak berlalu cukup lama itu petugas menemukan jasad Juwana dengan kondisi sudah tinggal tulang belulang.

Atas temuan tersebut, tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda langsung melakukan evakuasi jasad Juwanah hingga olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:  Andi Harun Jadi Pembicara Forum Internasional, Pamerkan Prestasi Kota Tepian
Advertisements
Advertisements

Disana petugas mengamankan sejumlah barang bukti, berupa pisau dapur bergagang hijau. Selanjutnya Jadad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie, guna dilakukan autopsi.

Kronologi hingga Motif Pembunuhan

Wakil Kepala Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto, menyampaikan kronologi hingga motif dibalik kasus pembunuhan Juwanah oleh rekan kerjanya, Senin (27/9/2021). (Klausa.co)

 

Lebih dalam disampaikan AKBP Eko Budiarto, dari hasil penyidikan diketahui bahwa kasus ini merupakan murni pembunuhan berencana disertai pencurian. RS yang ditetapkan sebagai pelaku tunggal mengaku kepada polisi, tega menghabisi rekan kerjanya itu hanya untuk mencuri barang-barang korban.

Advertisements
Advertisements

“Korban dan pelaku ini saling kenal. Mereka kerja ditempat yang sama di sebuah perusahaan jasa keuangan. Pelaku kerja sebagai sopir, sedangkan korban dibagian marketing. Korban ini sering diantarkan pelaku disaat bertugas,” terang Mantan Kasat Intel Polresta Samarinda tersebut.

Eko sapaan karib polisi dengan dua melati dipundaknya itu, mengatakan, pembunuhan yang dilakukan RS terhadap Juwanah terjadi pada 5 September lalu. Saat itu korban menghubungi RS minta untuk diantarkan bertemu seorang nasabah.

Permintaan yang dikabulkan itu, disusupi niatan jahat RS untuk mencuri barang korban. RS yang sudah berniat untuk membunuh lantas mampir ke minimarket untuk membeli pisau dapur. Setelahnya menjemput korban di rumah kontrakannya di Jalan Anang Hasyim, Kecamatan Samarinda Ulu.

“Jadi setelah korban ini meminta tolong kepada pelaku untuk diantarkan bertemu dengan salah satu nasabahnya. Saat itulah pelaku langsung berniat untuk membunuh agar dapat mengambil barang-barang korban,” bebernya.

Advertisements
Advertisements

RS yang datang menjemput korban dengan mengendarai mobil perusahaan, lalu sempat mengajak korban berkeliling. Rupanya kala itu, RS sedang mencari tempat sepi untuk bisa beraksi.

Kesempatan terjadi ketika keduanya melintas di Jalan Kadrie Oening, tepatnya di SMA Negeri 1. RS yang saat itu menghentikan mobil, secara mendadak menyerang Juwana dengan cara memiting bagian kepala lebih dahulu.

Perbuatan RS kala itu sempat mendapatkan perlawanan dari korban dengan cara menendang kaca mobil hingga pecah. RS lantas mengambil pisau yang sebelumnya disembunyikan di dashboard dan menghujamkan tepat dipundak Juwanah sebanyak dua kali.

Akibat menerima tikaman itu korban langsung tak berdaya. Namun masih bisa menjerit kesakitan. Agar suara Juwana tak terdengar orang, RS segeranya memacu kendaraan mengarah ke Jalan P Suryanata.

Baca Juga:  Ritual Pengambilan Tanah dan Air Sakral di Kaltim untuk IKN Nusantara
Advertisements
Advertisements

Juwanah yang kembali menjerit kesakitan kemudian mendapatkan tikaman sekali lagi tepat diperutnya. Bahkan RS menghantam wajah Juwanah menggunakan sikutnya beberapa kali.

“Tusukannya, sebanyak dua kali di bahu dan satu di perut. Setelah menusuk korban, pelaku menggunakan tali untuk mengikat korban agar tetap duduk tegak di jok. Dan beberapa kali menghantam dengan cara disikut beberapa kali,” ucapnya.

Selanjutnya, RS menuju Jalan Poros Samarinda-Tenggarong untuk membuang Juwanah yang sudah dalam keadaan sekarat bersimbah darah. “Saat korban dibuang kondisinya masih hidup tapi sudah sekarat. Sementara barang yang diambil dari korban ada dua Handphone, perhiasan cincin, gelang dan anting,” ujarnya.

Masih Eko menyampaikan, dari hasil penyelidikan belum ditemukan adanya unsur keterlibatan orang lain dalam pembunuhan tersebut. “Sampai saat ini pelaku pembunuhan masih tunggal. Kita masih proses pengembangan dan Penyelidikan,” jelasnya.

Advertisements
Advertisements

Sejauh ini ada dua orang saksi yang dimintai keterangannya. Sedangkan untuk motif percintaan, dipastikan tidak ada. Pembunuhan ini ditegaskannya murni pencurian.

“Cuman memang pelaku sempat menginginkan barang korban dengan cara memberikan perhatian ke korban. Tapi berujung pada bagaimana cara agar bisa segera memiliki barang korban secepatnya (membunuh),” tegasnya.

Untuk barang yang dicuri belum sempat dijual oleh RS. Bahkan Handphone hasil curian hanya dititipkan RS ke orangtuanya. “Handphone dititipkan pelaku ke ibunya, bukan dikasih. Selain itu ada uang korban di dompet Rp 500 ribu yang juga diambil,” tuturnya.

RS diketahui telah memiliki istri dan anak. Sedangkan Juwanah merupakan janda yang sudah pernah menikah sirih dan memiliki satu anak. “Korban Bekerja di perusahaan itu sejak 2018 kalau pelaku 2013,” ucapnya.

Advertisements
Advertisements

Disinggung mengenai apakah ada unsur pemerkosaan, Eko mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman. Akibat perbuatannya, RS dijerat polisi dengan pasal 340 dan Pasal 365 subsider 338 tentang Pembunuhan berencana serta pencurian. “Ancamannya penjara seumur hidup,” pungkasnya.

Baca Juga:  Oknum PNS Asal Samarinda Tewas Seusai 30 Menit Bercinta dengan PSK

Dihantui Arwah Juwanah

RS, pelaku pembunuhan perempuan cantik bernama Juwanah ketika digiring oleh petugas. (Klausa.co)

 

Terpisah, RS yang dimintai keterangan oleh awak media, mengaku, niat untuk membunuh Juwanah seketika muncul. Disaat dirinya diminta oleh korban untuk mengantarkan bertemu nasabah.

Advertisements
Advertisements

“Saya (membunuh) saat mengantar (korban) tugas bertemu nasabah. Korban yang saat itu minta diantar. Niat langsung muncul, karena ada keperluan ekonomi,” ungkapnya.

RS menegaskan bahwa tidak ada unsur percintaan dibalik tindakan kejinya tersebut. Setelah membunuh Juwanah, sempat ada muncul niatan RS untuk memperkosa. Namun hal itu tidak jadi dilakukannya, lantaran takut bila kejahatannya diketahui orang.

“Tidak ada (suka), cuman murni motif mau ambil barangnya. Sempat ingin memperkosa tapi tidak jadi,” ucapnya.

“Pisau saya beli harga Rp 18 ribu, saya beli baru berangkat. pisau saya simpan di dashboard samping saya,” sambungnya.

Advertisements
Advertisements

RS mengatakan setelah menikam korban sebanyak tiga kali korban masih hidup. Lalu membuang korbane yang dalam keadaan sekarang ke semak belukar di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong.

“Seingat saya tiga kali (tikam). Alasannya buang kesana biar tidak ketahuan. Korban sempat melawan, makanya kaca sempat pecah. Kalau tali rafia saya gunakan untuk ikat korban di jok supaya tetap tegak,” imbuhnya.

Setelah membuang Juwanah, RS sempat pergi ke Tenggarong untuk mengisi bensin. Namun dia kembali ke lokasi pembuangan tersebut, guna memastikan Juwanah benar-benar sudah tidak bernyawa lagi.

“Ke Tenggarong ngisi bensin, saya sempat cek lagi sudah meninggal, Habis itu saya pulang ke rumah aja. Besoknya mobil saya cuci sendiri. Sama perusahaan saya ngakunya kaca mobil pecah karena terkena batu,” tuturnya.

Advertisements
Advertisements

Sehabis membunuh Juwanah, RS sempat turun kerja seperti biasa. Namun dia tidak lagi turun kerja, dikarenakan tengah dilanda ketakutan. RS mengaku bahwa dirinya sudah dua kali didatangi oleh arwah Juwanah.

“Saya pernah didatangi (arwah) korban dua kali di rumah, pas lagi tidur. Kepada keluarga korban, saya minta maaf dan menyesal. Saya mohon maaf atas segala perbuatan saya ke pelaku,” pungkasnya.

(Tim Redaksi Klausa)

Bagikan

prolog dan benuanta

Search
logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co