Klausa.co

Swipe untuk membaca artikel

Konsep Smart City Harus Diselaraskan dengan Corak Perekonomian Kota Tepian

Anggota Komisi III DPRD Samarinda Anhar. (Foto : Klausa.co)

Bagikan

Samarinda, Klausa.co Pengembangan sistem teknologi informasi untuk mewujudkan konsep Samarinda sebagai Smart City melalui inovasi dan kreatifitas, mesti didukung dengan akses inter yang meluas di seluruh fasilitas publik. Tentunya peningkatan konektivitas tersebut membutuhkan biaya tak sedikit.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar. Ia menilai bahwa setiap kebijakan yang ada harus memperhatikan kondisi geografis dan lingkungan secara seksama, sembari menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.

Maka, lanjutnya, banyak hal yang menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemkot semata. Terutama mendukung program yang dicanangkan untuk peningkatan konektivitas.

“Jadi banyak hal yang menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya pemerintah kota. DPRD juga seperti, itu tanggung jawab kita bersama,” ujarnya, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga:  Jelang Ramadan, Wakil Ketua DPRD Samarinda Minta Pemkot Rutin Pantau Harga Bahan Pokok
Advertisements

Terkait dengan penganggaran, politisi dari fraksi PDI Perjuangan ini menjelaskan agar dapat memetakan terlebih dahulu struktur ekonomi, serta keunggulan yang dimiliki Samarinda.

Terlebih dengan melihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), seharusnya sudah dapat dilihat dengan jelas berapa persen ekonomi digerakkan oleh APBD maupun swasta.

“Kalau diliat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita kan seharuanya sudah ada gambaran, ekonomi kita berapa persen digerakkan swasta dan berapa persen digerakkan APBD,” pungkasnya.

Baca Juga:  PAD Samarinda Tembus Rp 600 Miliar, Wakil Ketua DPRD Apresiasi Pemkot

(Tim Redaksi Klausa)

Advertisements

Bagikan

prolog dan benuanta

Anda tidak berhak menyalin konten Klausa.co

logo klausa.co

Afiliasi :

PT Klausa Media Indonesia

copyrightⓑ | 2021 klausa.co

Sertifikat SMSI Klausa.co